Untuk mendapatkan sebuah kemasan yang baik pada produk kita kita memerlukan teknik membuat kemasan. Ibarat sebuah baju, kemasan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk penampilan produk dan juga sebagai pencerminan isi dan sebagai daya tarik. Sebaik apapun sebuah produk tanpa menggunakan kemasan yang baik pasti akan dinomorduakan oleh konsumen dan produk yang biasa dengan kemasan yang cantik dan menarik tentu akan lebih diperhatikan konsumen.
Sebelum melanjutkan teknik membuat kemasan ini marilah kita definisikan dahulu mengenai kemasan itu sendiri. Kemasan (packaging) adalah: Sarana yang digunakan untuk melindungi suatu produk, mempermudah barang untuk dibawa dan sekaligus sebagai media promosi.
Yang dipertimbangkan dalam membuat kemasan:
a. Factor pengamanan. Melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang.
b. Factor ekonomi. Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga nilai jual tetap proporsional.
c. Factor pendistribusian. Mudah didistribusi, disimpan dan dipajang.
d. Factor komunikasi. Sebagai media komunikasi yang menerangkan produk, juga sebagai bagian dari promosi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan diingat.
e. Factor ergonomic. Mudah dibawa, dipegang , dibuka dan mudah disimpan.
f. Factor estetika. Keindahan merupakan daya tarik visual.
g. Factor identitas. Setiap kemasan berbeda dengan kemasan yang lain agar mudah dikenal.
Teknik membuat kemasan ini terdiri dari beberapa unsur dan prinsip yang bisa anda dapatkan pada tulisan dibawah ini:
1. Unsur-unsur komunikasi visual pada desain kemasan.
1. Logo. Symbol sebagai identitas produk.
Prinsip Logo: Singkat; Sederhana; Komunikatif.
2. Teks. Judul( headline), sub judul ( sub headline), naskah (body text).
Menentukan kata untuk teks kemasan:
· Pilihan kata yang menarik, dan mampu meyakinkan konsumen untuk membeli produk anda. Pastikan setelah membaca produk yang tertuang pada produk kemasan anda konsumen akan langsung termotifasi untuk membeli produk anda.
· Lakukan riset kepada konsumen mengenai hal-hal yang dapat menarik minat mereka. Sehingga apa yang diinginkan konsumen dapat anda jadikan sebagai inspirasi pembuatan iklan yang menarik dimata konsumen.
· Jangan membuat kata-kata yang dapat menyinggung golongan tertentu atau produsen lainnya.
3. Ilustrasi. Gambar tangan, gambar digital, fotografi.
Berupa gambar atau foto yang dapat penjelasan atau menterjemahkan isi pesan dan menarik perhatian.
4. Warna. Komunikatif, persuasive.
Warna yang disusun dengan tepat, dapat menarik perhatian , komunikatif dan persuasive.
2. Riset pradesain.
· Riset internal. Penelitian yang dilakukan dalam perusahaan untuk mengevaluasi tata hubungan antara produk, kemasan dan promosi untuk menentukan strategi perusahaan mencakup citra perusahaan dan citra merk atau positioning product.
· Riset ekonomi. Efektivitas biaya produksi kemasan misalnya pemilihan bahan baku agar biaya tidak melebihi proporsi manfaat kemasan itu. Hal itu dimaksudkan agar tidak mempengaruhi pada harga jual produk. Namun bukan berarti biaya produksi kemasan harus ditekan semurah mungkin sehingga kemasan berkesan murahan, melainkan biaya yang dikeluarkan hendaknya sesuai dengan manfaat yang akan diperoleh.
· Riset teknis. Penelitian proses produksi kemasan, apakah desain dapat diproduksi atau sesuai dengan mesin yang tersedia dan apakah kemasan dapat melindungi produk secara memadai.
· Riset pesaing. Mempelajari kegiatan para pesaing dan sifat kemasannya, baik keunggulan atau kekurangan mereka. Kemasan harus berbeda dan lebih baik dari kemasan pesaing.
· Riset pasar. Mencari gambaran keadaan pasar yang sebenarnya untuk menjamin kemasan yang ditujukan pada pasar tepat misalnya sasaran kelompok umur, jenis kelamin, pendidikan, kelas ekonomi, geografis, dll.
· Riset konsumen. Mempelajari prisip psikologis dan fisiologis kemasan agar berdaya tarik pada rata-rata konsumen.
· Riset trend. Penelitian mengenai kecenderugan mode yang berlaku dan preferensi konsumen pada desain.
· Riset distributor/pengecer. Mengetahui kebutuhan mereka terhadap system pengemasan agar produk mudah ditangani dan dijual.
3. Strategi kreatif.
a. Warna dengan daya pantul tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan sebagian besar kemasan karena memiliki daya tarik dan dampak yang lebih besar.
b. Bentuk. Bentuk kemasan merupakan pendukung utama yang membantu terciptanya seluruh daya tarik visual.
c. Merk/logo. Identitas suatu produk untuk membedakan produk yang satu dengan yang lain. Dengan adanya symbol konsumen akan cepat mengenali produk kita.
d. Ilustrasi. Unsur penting yang sering digunakan dalam komunikasi sebuah kemasan adalah ilustrasi karena dapat mengungkapkan sesuatu yang lebih cepat dan efektif daripada teks.
e. Tipografi. Teks yang digunakan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan. Diperkukan kejelian dalan memilih huruf/font yang sesuai atau menjiwai dari produk tersebut.
f. Tata letak. Menata letak berarti meramu seluruh aspek grafis, meliputi: warna, bentuk, merk, ilustrasi, tipografi menjadi suatu kemasan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan secara utuh dan terpadu. Butir-butir pertimbangan bagi pengembangan tata letak adalah:
1. Keseimbangan (balance)
2. Titik pandang (focus)
3. Lawanan (contrast)
4. Perbandingan ( proportion)
5. Alunan pirza (pirzamotion)
6. Kesatuan (unity)
Sekian artikel mengenai kemasan ini, semoga dapat bermanfaat.
Sebelum melanjutkan teknik membuat kemasan ini marilah kita definisikan dahulu mengenai kemasan itu sendiri. Kemasan (packaging) adalah: Sarana yang digunakan untuk melindungi suatu produk, mempermudah barang untuk dibawa dan sekaligus sebagai media promosi.
Yang dipertimbangkan dalam membuat kemasan:
a. Factor pengamanan. Melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang.
b. Factor ekonomi. Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga nilai jual tetap proporsional.
c. Factor pendistribusian. Mudah didistribusi, disimpan dan dipajang.
d. Factor komunikasi. Sebagai media komunikasi yang menerangkan produk, juga sebagai bagian dari promosi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan diingat.
e. Factor ergonomic. Mudah dibawa, dipegang , dibuka dan mudah disimpan.
f. Factor estetika. Keindahan merupakan daya tarik visual.
g. Factor identitas. Setiap kemasan berbeda dengan kemasan yang lain agar mudah dikenal.
Teknik membuat kemasan ini terdiri dari beberapa unsur dan prinsip yang bisa anda dapatkan pada tulisan dibawah ini:
1. Unsur-unsur komunikasi visual pada desain kemasan.
1. Logo. Symbol sebagai identitas produk.
Prinsip Logo: Singkat; Sederhana; Komunikatif.
2. Teks. Judul( headline), sub judul ( sub headline), naskah (body text).
Menentukan kata untuk teks kemasan:
· Pilihan kata yang menarik, dan mampu meyakinkan konsumen untuk membeli produk anda. Pastikan setelah membaca produk yang tertuang pada produk kemasan anda konsumen akan langsung termotifasi untuk membeli produk anda.
· Lakukan riset kepada konsumen mengenai hal-hal yang dapat menarik minat mereka. Sehingga apa yang diinginkan konsumen dapat anda jadikan sebagai inspirasi pembuatan iklan yang menarik dimata konsumen.
· Jangan membuat kata-kata yang dapat menyinggung golongan tertentu atau produsen lainnya.
3. Ilustrasi. Gambar tangan, gambar digital, fotografi.
Berupa gambar atau foto yang dapat penjelasan atau menterjemahkan isi pesan dan menarik perhatian.
4. Warna. Komunikatif, persuasive.
Warna yang disusun dengan tepat, dapat menarik perhatian , komunikatif dan persuasive.
2. Riset pradesain.
· Riset internal. Penelitian yang dilakukan dalam perusahaan untuk mengevaluasi tata hubungan antara produk, kemasan dan promosi untuk menentukan strategi perusahaan mencakup citra perusahaan dan citra merk atau positioning product.
· Riset ekonomi. Efektivitas biaya produksi kemasan misalnya pemilihan bahan baku agar biaya tidak melebihi proporsi manfaat kemasan itu. Hal itu dimaksudkan agar tidak mempengaruhi pada harga jual produk. Namun bukan berarti biaya produksi kemasan harus ditekan semurah mungkin sehingga kemasan berkesan murahan, melainkan biaya yang dikeluarkan hendaknya sesuai dengan manfaat yang akan diperoleh.
· Riset teknis. Penelitian proses produksi kemasan, apakah desain dapat diproduksi atau sesuai dengan mesin yang tersedia dan apakah kemasan dapat melindungi produk secara memadai.
· Riset pesaing. Mempelajari kegiatan para pesaing dan sifat kemasannya, baik keunggulan atau kekurangan mereka. Kemasan harus berbeda dan lebih baik dari kemasan pesaing.
· Riset pasar. Mencari gambaran keadaan pasar yang sebenarnya untuk menjamin kemasan yang ditujukan pada pasar tepat misalnya sasaran kelompok umur, jenis kelamin, pendidikan, kelas ekonomi, geografis, dll.
· Riset konsumen. Mempelajari prisip psikologis dan fisiologis kemasan agar berdaya tarik pada rata-rata konsumen.
· Riset trend. Penelitian mengenai kecenderugan mode yang berlaku dan preferensi konsumen pada desain.
· Riset distributor/pengecer. Mengetahui kebutuhan mereka terhadap system pengemasan agar produk mudah ditangani dan dijual.
3. Strategi kreatif.
a. Warna dengan daya pantul tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan sebagian besar kemasan karena memiliki daya tarik dan dampak yang lebih besar.
b. Bentuk. Bentuk kemasan merupakan pendukung utama yang membantu terciptanya seluruh daya tarik visual.
c. Merk/logo. Identitas suatu produk untuk membedakan produk yang satu dengan yang lain. Dengan adanya symbol konsumen akan cepat mengenali produk kita.
d. Ilustrasi. Unsur penting yang sering digunakan dalam komunikasi sebuah kemasan adalah ilustrasi karena dapat mengungkapkan sesuatu yang lebih cepat dan efektif daripada teks.
e. Tipografi. Teks yang digunakan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan. Diperkukan kejelian dalan memilih huruf/font yang sesuai atau menjiwai dari produk tersebut.
f. Tata letak. Menata letak berarti meramu seluruh aspek grafis, meliputi: warna, bentuk, merk, ilustrasi, tipografi menjadi suatu kemasan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan secara utuh dan terpadu. Butir-butir pertimbangan bagi pengembangan tata letak adalah:
1. Keseimbangan (balance)
2. Titik pandang (focus)
3. Lawanan (contrast)
4. Perbandingan ( proportion)
5. Alunan pirza (pirzamotion)
6. Kesatuan (unity)
Sekian artikel mengenai kemasan ini, semoga dapat bermanfaat.
Wah min postingannya sangat bermanfaat.. Bagus min Good Job..
BalasHapusjangan lupa juga kunjungi halaman ini
http://mesinantrianmakingsolution.blogspot.co.id/2016/05/mesin-antrian-bersolusi.html
http://alatskpberkualitas.blogspot.co.id/2016/05/alat-survey-kepuasan-pelanggan.html
Maaf Ganggu, sesama umat manusia harus saling membantu
BalasHapusdisini aku ingin memberikan solusi untuk cara mendapatkan
pundi pundi uang untuk menutupi kebutuhan, ini memang NYATA !!!
Silahkan bergabung dengan keberuntungan yang melimpah
di P-O-K-E-R-A-Y-A-M.co dan dapatkan jackpot ratusan juta
Hanya dengan Minimal Deposit 10 ribu akan menjadi Rumah Mewah
info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A